Kamis, 30 Maret 2017

Wireless Distribution System

Wireless Distribution System
Wireless Distribution System (WDS) adalah sebuah system perluasan jangkauan jaringan wireless IEEE 802.11, dimana dengan menggunakan Wireless Distribution System maka kita dapat membangun infrastruktur wireless dengan menggunakan dua atau lebih access point tanpa harus membangun backbone kabel jaringan sehingga dapat menghemat dari segi biaya.

Dalam prakteknya suatu access point bisa menjadi sebuah station utama, relay, atau remote base station. Suatu base station utama pada umumnya dihubungkan dengan system Ethernet. Base station relay merelay station-2 kepada base station utama atau relay station lainnya. Remote base station menerima koneksi dari clients wireless dan melewatkannya ke main station atau ke relay station juga. Koneksi antar clients menggunakan MAC address dibanding memberikan spesifikasi IP address.

Konfigurasi Wireless Distibutins System

Semua base station dalam Wireless Distribution System (WDS) harus dikonfigurasi menggunakan channel radio yang sama, metode enkripsi (tanpa enkripsi, WEP, atau WAP) dan juga kunci enkripsi yang sama. WDS juga bisa dikonfigurasi dengan menggunakan SSID (service set identifiers) yang berbeda sebagai identitas. Wireless Distribution System (WDS) juga mengharuskan setiap base station untuk bisa melewatkan kepada lainnya didalam system.

Selain itu Wireless Distribution System juga dapat dianggap sebagai repeater mode karena digunakan untuk menjembatani dan menerima wireless clients pada waktu yang sama (tidak seperti tradisional bridging). Namun, dengan metode ini, throughput yang dibelah dua untuk semua klien yang terhubung secara nirkabel.


Macam-Macam Mode Pada Wireless Distribution System (WDS) dibagi menjadi dua mode konektifitas wireless, yaitu :

1.         Wireless Bridging Point to Point dan Point to Multi Point dimana komunikasi access points Wireless Distribution System hanya satu dengan lainnya (antar AP) dan tidak membolehkan wireless clients lainnya atau Station(STA) untuk mengaksesnya.
2.         Wireless Repeater dimana access point berkomunikasi satu sama lain dan juga dengan wireless Station (STA)
Bila berdasarkan diagram maka terlihat seperti gambar berikut ..

Wireless Bridging Point to Point

Wireless Bridging Point to Multi Point
  
Wireless Repeater

Untuk membangun sistem tersebut diatas, maka ada syarat-syarat yang harus dipenuhi dan diperhatikan :
§     Perangkat Wireless Network pada Wireless Router maupun Acces Point utama maupun Access point Repeater sudah mendukukung Fitur WDS dan dipastikan fungsinya sudah di aktifkan.
§     IP Address masing-masing perangkat wireless network tidak boleh sama.
§     Methoda Enkripsi/Authentication (tanpa Enkripsi, WEP atau WAP). Sebagian besar Authentication access point yang didukung dalam WDS adalah WEP 64/128 bit. Dan semua Access Point yang terlibat dalam 1 koneksi harus menggunakan Methoda Enkripsi/ Authentication yang sama.
§     SSID (Service Set Identifiers) yang berbeda sebagai identitas masing-masing perangkat Wireless.
§     Channel Radio yang digunakan harus sama.
§     Pastikan MAC Address Access point Utama sudah dikunci/dicatat pada Access point repeater. Pada beberapa perangkat Access Point seperti merk TP-Link terdapat menu survey yang memudahkan kita untuk menentukan MAC Address Access Point Utama yang akan di Repeat.
§     Matikan DHCP server di Access Point Repeater, sebab DHCP akan diambil alih oleh Access Point Utama sebagai default Gateway.

0 komentar:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com

Posting Komentar