C C T V

Configure your DVR with just a click, no need for a dedicated IP, no need to spend hours reconfiguring your system every time you reorganise locations. Get the clearer picture with mega pixel quality ensures wider coverage and eceptional details.

P A B X

New Smart PBX for the SMB Market Brings You Unified Communication. It can also use buit-in application such a call centre solution, mobile solution, and voice mail system to provide more efficient work and increased customer satisfaction.

SOUND SYSTEM

The cost-effective Multi-Zone Paging System is achieved with TOA’s zone selectable remote paging microphone and speaker line selector.

SECURITY AND FIRE ALARM SYSTEM

A fire alarm system has a number of devices working together to detect and warn people through visual and audio appliances when smoke, fire, carbon monoxide or other emergencies are present

FINGERPRINT AND ACCESS CONTROL

Biometric Time and Attendance Device a distinctive and intelligent way of monitoring the presence. Advanced algorithm for precision and excellend matching speed.

Jumat, 06 Mei 2016

Reset DVR

Reset password admin CCTV DVR H-264

Contoh pake Windows 8.1 OS lain silahkan menyesuaikan..
Buka Control panel "WindowsKEY + I"
Masuk Control panel ubah tampilan icon pojok kanan atas dialog Viewe by : ke : Category kemudian--> klik "Program" pojok kiri bawah
Dalam window Program perhatikan di bagian tengah cari tulisan "Turn Windows Features On or Of" ketemu....Klik tulisan tersebut

Setelah itu dialog Features windows akan muncul dengan berbagai macam opsi yang ada, gulung layar window tersebut ke bagian bawah sampai ketemu bagian "Telnet Client" jika "Telnet Clint " belum ter centang maka centang opsi tersebut
Sampai disini proses aktifasi feature "Telnet pada computer anda selesai"
Menginjak acara inti kita, yaitu meng akses DVR yang kita tidak ketahui Password admin nya tersebut. dalam hal ini ada 2 cara yaitu dengan software Telnet Client seperti "PuTTy" atau cara yang akan kita pake yaitu dengan software bawaan windows yaitu CMD "Windows Key + Run" Ketik CMD tekan Enter... atau dengan cara lain yang anda suka yang penting cendela DOS muncul....
Koneksikan DVR CCTV H-264 anda dengan computer melalui kabel LAN (default IP H-264: 192.168.1.10) atau klo sudah diubah gunakan IP scanner atau yang lain yang penting komputer dan DVR anda terhubung dengan kabel LAN (klo bingung juga comment ntar tak jawab......klo bisa....), sampai disini kita anggak udah beres untuk koneksi jaringan kedua benda tersebut

Klo pake PuTTy anda tinggal isikan kolom ip dengan IP DVR target atau Host domain target --> centang bagian Telnet --> klik ""Open""
Klo pake DOS/CMD dalam cendela DOS ketik perintah di bawah ini
Ketik : "telnet 192.168.1.10" kemudian tekan enter
muncul dialog :
Localhost : root (isi dengan "root")
Passwor : xc3511 (isi dengan "xc3511")
klo anda benar akan tampil tulisan ijo "Welcome to ......"maka berarti anda sudah masuk kedalam system DVR anda :
Catatan : huruf besar kecil sangat ber pengaruh
Ketik : ls (LS)
Perhatikan barisan Folder dalam OS DVR anda cari folder dengan nama "mnt" kemudian ketik
ketik : cd mnt (CD<spasi>mnt)
Sekarang anda berada dalam folder "mnt" kemudian
Ketik : ls (LS)
dan perhatikan isi dalam folder "mnt" (eit ada folder "LOGO" bisa ganti dengan logo kita dong waktu DVR start Up) tapi bukan itu tujuan kita...wkwkwkwkwwk cari folder "mtd" kemudian
Ketik : cd mtd (CD<spasi>mtd)
Dalam folder "mtd" ini kemudian
Ketik : ls (LS)
perhatikan kembali apa yang ada dalam folder ini. terdapat dua folder yaitu Config dan Log ...kemudian
ketik : cd Config (cd<spasi>Config) ingat "C" besar
Sampailah kita pada langkah terakhir dengan perintah
ketik : rm Account1 (RM<spasi Account1>)
Nah selesailah sudah reset password kita sekarang kita beralih ke DVR coba matikan power DVR anda kemudian nyalakan lagi alias Restart
Setelah menyala kembali coba akses menu dalam DVR anda, disitu anda akan di tanya Username : admin --- passwordnya apa..?? kosongin aja bagian password.... dan jreng...jreng...... anda dah bisa kembali menguasai DVR

Jumat, 04 Maret 2016

TOP CCTV brands in the World

Berikut ini daftar top brands CCTV di dunia tahun 2015 / 2016  :

Apa maksud dari IP66 pada Camera ?

IP66 Ingress Protection Rating Kamera CCTV


IP66 pada spesifikasi suatu kamera CCTV
IP Rating atau IP code merupakan Ingress Protection atau International protection code yang digunakan untuk menilai ketahanan kamera terhadap barang-barang di sekitarnya seperti debu, benturan, air, sentuhan tangan dan lain-lain. IP code biasanya terdiri dari 2 angka, dimana angka pertama mewakili benda padat yang menyentuh obyek dan angka kedua mewakili benda cair.

Tabel IP Rating

Digit Pertama – Perlindungan terhadap partikel padat

Rating terdiri dari 2 digit, digit pertama (0-6) menunjukkan ukuran partikel, rating 5 berarti casing kamera tersebut tahan terhadap debu tergantung ukuran debu tersebut, rating 6 berarti tahan terhadap semua jenis debu

Digit Pertama – Perlindungan terhadap partikel cair

Digit kedua menunjukkan rating terhadap air. Rating nomor 4 berarti tahan terhadap percikan air, rating 7 delapan berarti casing tersebut dapat dicelupkan air sedalam 1 meter selama 30 menit. Jadi misalnya jika ada suatu kamera cctv atau ip camera dengan rating IP67 maksudnya kamera tersebut tahan terhadap debu dan tahan dicelupkan dalam air sedalam 1 meter selama 30 menit.
Mana pilihan terbaik Anda, pilihan terbaik IP Code yang disarankan untuk kamera outdoor Anda minimal adalah IP66 yang dapat diletakkan di teras rumah atau IP67 yang dapat diletakkan di atas pagar rumah, karena outdoor camera sangatlah rentan terhadap embun, debu, bahkan air hujan. Bukan tidak mungkin embun sekalipun mampu masuk ke mainboard kamera dan menyebabkan korsleting.
Tags: 

Apa itu CCTV HD

Camera HD


Ada dua fungsi utama CCTV, yaitu monitoring dan identifiying. Untuk memonitor, kita memerlukan kamera yang memiliki sudut pandang luas. Sedangkan untuk mengidentifikasi kita membutuhkan kamera yang tajam.

Karena itu ada dua jenis model camera CCTV yang beredar di pasaran, jenis dome dan jenis bullet. Keduanya mewakili kebutuhan ini. camera dome memiliki angle view yang luas, sedangkan kamera bullet sudut pandangnya sempit (narrow view). Nah, kesalahan umum yang terjadi di masyarakat adalah kamera dome itu adalah kamera indoor sedangkan kamera bullet itu untuk outdoor.

Bukan bentuk kamera Dome atau Bullet yang perlu anda perhatikan, tetapi ukuran lensanya, sudut pandangnya dan Ingress Protection Code.

Memang 80% anggapan ini benar, tetapi tidak semua camera bullet itu bisa dipasang di luar ruangan. Anda harus melihat spesifikasinya, tepatnya di bagian IP atau Ingress Protection. IP ini memiliki 2 angka yang mewakili ketahanan produk terhadap debu, air dan tekanan. Anda bisa melihat daftar lengkapnya di sini. Untuk mudahnya, carilah camera yang memiliki IP67 untuk ditaruh di luar ruangan. Boleh menggunakan IP65 jika mau ditaruh di teras rumah.
Mengapa harus menggunakan kamera dome untuk fungsi pengawasan dan kamera bullet untuk melihat wajah orang ? Kami akan menjawab pertanyaan ini dengan pertanyaan pula, " Apa yang camera anda ingin pantau ?"
Teknologi CCTV saat ini sedang mengalami perkembangan pesat yang bisa disimpulkan dengan kalimat, "semakin murah dan semakin tajam." Jadi sebenarnya tidak perlu lagi menggunakan dua camera untuk dua fungsi yang berbeda. Cukup satu camera untuk mengawasi sekaligus mengenali benda atau wajah seseorang.
Dua camera yang berbeda itu anda perlukan jika menggunakan sistem CCTV analog karena keterbatasan sensor kameranya. Teknologi analog ini sudah terlalu tua untuk diterapkan di jaman ini, kemampuan maksimal sensornya hanya 976x496 TVL. Dan ketajaman gambarnya pun akan berkurang lagi karena harus dirubah dari format analog ke format digital.
Salah satu cara untuk melihat penurunan kualitas gambarnya ialah dengan menancapkan kamera cctv langsung ke TV. Anda bisa membandingkan kualitasnya dengan kamera yang melalui DVR lalu disambungkan ke monitor. Ada penurunan kualitas sekitar 25% karena konversi ini.
Dengan IP Camera kita hanya perlu satu CCTV untuk mengawasi sekaligus mengenali sesuatu karena camera jenis ini memiliki resolusi tinggi dan tidak membutuhkan konversi karena format videonya sudah digital. Jadi tidak ada penurunan kualitas. Untuk mengidentifikasi, anda hanya perlu membesarkan gambarnya tanpa kuatir akan ngeblur atau pecah. Semakin tinggi resolusi kamera, semakin baik pula hasil zoom-nya.
Dengan kata lain, jumlah kamera yang anda butuhkan akan berkurang jika menggunakan IP Camera. Anda mungkin hanya perlu 4 IP camera dibandingkan 8 Analog camera. Namun sayangnya sistem IP Camera ini belum cocok diimplementasikan di Indonesia.
Sebagai contohnya anda mau pasang 4 IP Camera, masing-masing camera resolusinya 2 Megapixel. Mengapa 2 Mp ? Karena harganya terpaut sedikit dengan camera 1,3Mp. Total bandwith 4 kamera adalah 8Mb (2mp x 4 biji). Idealnya adalah 8 Mb, dengan internet 6Mbps sudah cukup, jangan kurang dari 6Mbps karena hasil streamingnya pasti akan putus-putus. Itu baru 4 camera. Anda akan dua kali lebih pusing jika ada 8 atau 16 camera. Berapa kecepatan internet yang kita butuhkan ? Berapa biaya perbulannya ?
Atas dasar itulah dikembangkan sistem baru yang akan menghasilkan gambar seperti IP Camera dan hemat bandwith internet. Sistemnya bermacam-macam, ada  HD-TVI, HD-CVI dan AHD.

Sistem CCTV HD-CVI

Pada tahun 2012 , Dahua memperkenalkan teknologi HD-CVI (High Definition Composite Video Interface) yang mereka kembangkan , yaitu sistem CCTV High Definition melalui kabel coaxial seperti CCTV analog.


Dahua menjelaskan bahwa teknologi HDCVI ini mampu menembus batasan resolusi sistem CCTV analog tradisional dan mampu memberikan gambar dengan resolusi megapixel dengan jarak transmisi hingga 500 meter.

Sistem CCTV HD-TVI

HD-TVI (High Definition Transport Video Interface) juga merupakan sistem Video HD melalui kabel coaxial. HD-TVI dikembangkan oleh Techwell Inc. Chipset Techwell sangat banyak dipakai oleh pabrikan-pabrikan DVR untuk kamera CCTV analog.
Ketika sistem CCTV analog belum mampu mencapai resolusi megapixel dan IP Camera mempunyai kelemahan yaitu “network delay” , pasar membutuhkan CCTV HD (High Definition) berbasis kabel coaxial , sehingga Techwell menemukan teknologi HDTVI dengan chipset video HD 720p dan 1080p.Salah satu pabrikan yang mengadopsi teknologi HD-TVI adalah Hikvision.

Teknologi CCTV AHD

Teknologi AHD dikembangkan oleh Nextchip Corporation , sebuah perusahaan semikonduktor asal Korea yang memproduksi chip-chip untuk industri CCTV / surveillance.
Nextchip telah mengembangkan produk-produk penting , desain sistem referensi, dan aplikasi yang berkaitan dengan AHD. Produk AHD ini memudahkan transisi dari sistem pengawasan video analog ke digital.

Kesamaan antara HDCVI , HDTVI dan AHD

  • HD-CVI , HD-TVI dan AHD adalah chipset video analog progressive-scanyang berbasis kabel coaxial , semua chipset ini dipasang di kamera CCTV.
  • Beroperasi sama dengan sistem CCTV analog biasa , dapat dengan mudah upgrade dari sistem CCTV 960h. HD-CVI , HD-TVI dan AHD ini mengikuti standar pengkabelan CCTV analog tradisional , sehingga pengguna dapat langsung mengganti sistem CCTV 906h/D1 dengan CCTV High Definition dengan hanya mengganti kamera dan DVR saja.
  • Dibandingkan dengan HD-SDI , sistem HD-CVI , HD-TVI dan AHD memiliki jarak transmisi yang lebih jauh tanpa loss sinyal.
  • Dibandingkan dengan IP Camera , sistem HD-CVI , HD-TVI dan AHD tidak memiliki problem seperti “network delay” yang menghasilkan gambar putus-putus.

Merk / Brand Produsen HD-CVI , HD-TVI dan AHD

HD-CVI diperkenalkan oleh Dahua , dan adalah yang pertama kali memasuki pasar HD analog. HD-TVI diperkenalkan oleh Hikvision , saat ini lebih dari 100 pabrikan CCTV dunia menggunakan teknologi HD-TVI termasuk Avtech. Untuk AHD , tidak ada pabrikan tertentu , hampir semua merk China memiliki produk AHD , seperti MHK , kelebihan AHD adalah harganya jauh lebih murah dibanding CVIdan TVI dengan kualitas gambar yang sama.